Blog

Februari 19, 2019

Fase Pembelahan Biner Pada Bakteri

Fase Pembelahan Biner Pada Bakteri

Fase Pembelahan Biner Pada Bakteri – Proses pertumbuhan pada bakteri dapat berlangsung dengan sangat cepat. Dalam keadaan normal, bakteri akan melakukan Pembelahan Biner Pada Bakteri menjadi dua bagian selama kurun waktu setiap dua puluh menit sekali. Standar catatan waktu tersebut biasa dikenal sebagai waktu generasi. Jadi, jika dalam kurun waktu selama empat puluh menit, maka bakteri akan mengalami proses membelah diri menjadi empat bagian sel, dalam kurun waktu selama satu jam akan menjadi delapan bagian sel, dan dalam kurun waktu selama tujuh jam akan menghasilkan kira-kira 2.097.152 anakan sel.

Dalam kurun waktu yang sangat singkat, jumlah dari sel-sel dalam suatu koloni akan secara terus-menerus melakukan proses pelipatan ganda dari suatu generasi / keturuna ke generasi / keturunan berikutnya. Namun dalam hal ini, proses pertumbuhan suatu koloni bakteri akan mengalami perlambatan pada suatu titik tertentu, yakni pada saat mereka kehabisan asupan nutrisi atau pun pada saat terjadi proses penumpukan dari sisa-sisa proses metabolisme yang nantinya akan meracuni bakteri-bakteri itu sendiri.

Hubungan yang terjadi di antara jumlah-jumlah sel bakteri dalam kurun waktu tertentu pada pertumbuhannya akan dinyatakan dalam suatu  kurva pertumbuhan di samping. Pada kurva pertumbuhan tersebut, dapat terbagi menjadi empat fase yang akan terjadi, yakni dengan urutan pertama fase lag (fase permulaan), urutan kedua fase logaritma (fase pembiakan cepat), urutan ketiga fase stasioner (fase diperlambat), dan yang terakhir fase penurunan (fase kematian). Empat fase tersebut akan selalu berlangsung dan terjadi pada proses pertumbuhan suatu bakteri karena memang fase tersebut adalah fase yang harus dilalui oleh bakteri pada proses pertumbuhannya. Jadi jika ingin tahu lebih detail dan rinci mengenai fase-fase tersebut yang terjadi pada pertumbuhan bakteri, di bawah ini akan dijelaskan setiap fase yang akan terjadi pada pertumbuhan bakteri tersebut, berikut penjelasannya dapat anda simak :

1. Fase Lag (Fase Permulaan)

Fase lag merupakan fase dimana bakteri-bakteri akan melakukan proses beradaptasi (penyesuaian) terhadap lingkungan sekitarnya yang baru. Pada fase tersebut bakteri biasanya belum mencapai tahapan-tahapan pertumbuhan dan tidak terjadi proses penggandaan pada kecepatan pertumbuhan yang maksimum. Sel akan memulai mensintesis protein dan metabolit yang penting.

2. Fase Logaritma (Fase Pembiakan Cepat)

Fase logaritma merupakan fase dimana proses terjadinya pertumbuhan bakteri pada saat mencapai maksimum. Pada fase tersebut biasanya terjadi suatu peningkatan jumlah yang pesat dan cepat. Fase logaritma seringkali disebut juga sebagai fase eksponensial. Pada fase ini pertumbuhannya logaritmik, dan sangat membutuhkan faktor lingkungan di sekitarnya yang sesuai sehingga dapat membantu dan memudahkan dalam prosesnya.

3. Fase Stasioner (Fase Diperlambat)

Fase stasioner merupakan fase dimana proses terjadinya suatu pertumbuhan pada bakteri yang mencapai titik nol. Pada fase tersebut biasanya sudah tidak terjadi peningkatan dan penambahan jumlah sel pada bakteri. Fase ini biasanya mempunyai penyebab utama yang mengakibatkan fase tersebut terjadi, yaitu jika terdapat ketidaktersediaan nutrient, terjadi penumpukan metabolit penghambat dan juga produk akhir, terjadi kekurangan ruang gerak (ruang gerak yang sempit dan terbatas). Model akan bertahan yakni akan bertahan dengan sisa-sisa nutrisi yang porsinya sudah sangat minimum, dan hasil dari sekresinya dapat berfungsi dalam proses menghambat pertumbuhan. Jumlah dari sel-sel yang akan berhenti melakukan proses pembelahan dan yang terus membelah sama banyak.

4. Fase Penurunan (Fase Kematian)

Fase penurunan seringkali disebut juga dengan fase kematian. Pada fase tersebut, sel-sel berhenti melakukan proses yakni dengan memperbanyak dirinya sendiri dan biasanya rata-rata akan mengalami proses peningkatan pada angka kematian. Kebanyakan dari sel-sel akan mulai mengalami proses kematian (yakni secara eksponensial) karena diakibatkan ketersediaan nutrisi yang sedikit demi sedikit mulai habis. Bahan-bahan kemostat (sering disebut dengan kemostatik) dapat melakukan peranannya sebagai penyuplai nutrisi-nutrisi tambahan sehingga dalam hal ini beberapa sel masih belum mengalami kematian.

JASA SERVIS MIKROSKOP | Kami akan memberikan layanan yang memuaskan terhadap mikroskop anda sehingga anda dapat melakukan pengamatan mikroskopis lagi tanpa harus membeli mikroskop baru. Selain itu kami juga dapat melayani jasa servis panggilan untuk mikroskop dan alat alat laboratorium lain sesuai dengan kesepakatan dengan anda selaku mitra kami. Hubungi kami KLIK DISINI | Telp : +62 857 2813 1277  | Email : sarionoppkl2013@gmail.com

Artikel , ,
About Eni Nur Hidayati

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jasa Servis Mikroskop

Kami akan memberikan layanan yang memuaskan terhadap mikroskop anda sehingga anda dapat melakukan pengamatan mikroskopis lagi tanpa harus membeli mikroskop baru. Selain itu kami juga dapat melayani jasa servis panggilan untuk mikroskop dan alat alat laboratorium lain sesuai dengan kesepakatan dengan anda selaku mitra kami.

Cart